Sinopsis Buku Best Friends Bakery Sesendok Rahasia oleh Anasya Sahrani (Kls VIII)

A SPOONFUL OF SECRETS ( SESENDOK RAHASIA )

sesendok

Disebuah kota kecil bernama Ashingnam tinggallah Hannah Hallet seorang gadis yang berumur 10 tahun yang gemar membuat kue. Disana Ibu Hannah juga memiliki toko yang diberi nama Sugar and Spice Bakery toko tersebut baru buka Sepuluh hari yang lalu, baginya toko tersebut adalah tempat favoritnya di seluruh dunia.

Suatu hari Hannah berangkat kesekolahan barunya yang bernama Middle school, dia adalah murid pindahan, saat disekolah dia bertemu dengan teman-teman baru yaitu: Alice, Misha, Lara dan Mia, mereka semua merupakan murid kelas Enam, Hannah selalu bermain bersama mereka dan menurut Hannah masing-masing dari mereka memiliki ciri khas yang khusus dimatanya.

Suatu hari Hannah dan Mia berencana akan ke Baking Club, pada saat dirumah Hannah memberitahu ibunya bahwa dia ingin ke Baking Club, ibunya pun menanyakan kapan dia akan pergi, Hannah menjawab bahwa dia akan pergi pada esok hari, pada saat mereka berbincang-bincang mereka juga sedang membuat pastry, pada saat mereka sedang serius membuat pastry Ibu Hannah bertanya kepada Hannah apakah Hannah mengenal anak-anak yang pernah ikut Baking Club? lalu Hannah menjawab bahwa dia tidak mengenal anak-anak yang pernah ikut Baking Club, dia juga bilang bahwa Mia belum pernah kesana dan Alice, Misha dan Lara berpikir bahwa itu adalah kegiatan konyol, ibunya pun bertanya lagi apakah Hannah akan tetap pergi, lalu Hannah menjawab bahwa dia akan tetap pergi kesana, ibunya pun menyetujuinya.

Sehari sesudah hari dimana Hannah dan Mia pergi ke Baking Club, Hannah pergi ketokonya disana dia bertemu seorang anak laki-laki yang sangat tidak sopan kepadanya, lalu diapun bertanya kepada ibunya siapa anak itu? lalu ibunya menjawab bahwa anak itu bernama George dan ibunya bilang bahwa George baru memenangkan lomba tenis sehingga ibunya ingin membuatkan kue untuknya yang berbentuk raket tennis atau bola tennis dan ternyata ibunya George sangat dekat dengan ibu Hannah, sehingga ibu Hannah berniat ingin memberinya hadiah kue tersebut.

Keesokan harinya Hannah melihat ibunda George dan Sarah sedang mengobrol dengan Paula, dan Hannah melihat George sedang terduduk lesu disofa pojok ruangan sambil memandangi kakinya, ternyata mereka sedang menbicarakan tentang kue yang akan dibuat khusus untuk George, saat sedang melihat-lihat sketsa buatan ibu Hannah, ibu George berkata kepada George bahwa sketsa buatan ibu Hannah sangat bagus lalu ibunya pun menunjukan gambar sketsa itu kepada George dan George hanya memandangnya tanpa menunjukan minat sedikitpun, ibu Hannah juga berkata bahwa dia dapat membuat patung kecil dari gula yang mirip dengan George, Sarahpun berkata bahwa itu pasti akan mengagumkan dan Sarah bertanya kepada George bagaimana menurut pendapatnya, Georgepun hanya menjawab terserah saja karena dia tidak memperdulikannya, sontak Hannahpun kaget dan tidak percaya betapa kasarnya George, Hannah juga melihat raut wajah ibunya dan dia yakin bahwa ibunya juga terkejut. Sarah terlihat malu lalu dia berpaling kearah ibu Hannah dan Hannah untuk meminta maaf, menurutnya George berperilaku seperti itu karena dia lelah setelah berlatih tennis, George mulai latihan pada saat pagi dan menurutnya George telah berusaha amat keras, namun Hannah berpikir, begitu keraskah usaha yang telah dilakukan George sampai dia tidak bisa bersikap sopan. Namun dibalik sikap George yang tidak sopan dia bisa menjadi orang yang baik.

Beberapa hari kemudian Hannah dan ibunya bersiap-siap untuk membawa kue berbentuk tennis yang sudah jadi kerumah George, setelah sampai dirumahnya Hannah dan ibunya disambut oleh Sarah dan mempersilahkan mereka untuk masuk, Sarahpun menyisihkan tempat diatas meja dan ibu Hannah meletakkan kue tersebut, Sarah lalu beranjak pergi ke ruangan yang mirip aula dan berteriak kelantai atas untuk memanggil George, kemudian Georgepun turun dari lantai atas, Sarah bertanya kepada George bagaimana menurutnya kue itu, Georgepun hanya menjawab kue itu bagus dan berterima kasih, lalu Hannah kebingungan dengan ucapan George yang hanya mengucapkan kalimat itu saja, menurutnya jika dia diberi kue seperti itu dia akan riang gembira. Hati Hannah dipenuhi rasa kecewa menurutnya George tidak tahu betapa sulitnya Hannah dan ibunya membuat kue tersebut.

Suatu hari Hannah bertemu George disebuah taman, mereka sedang memotret pemandangan disana, lalu Hannahpun menghampiri George yang sedang duduk dikursi taman sembari mengobrol, Hannah bertanya kepada George tentang tennis sampai akhirnya Georgepun merasa bosan dan pertahanannya pun pecah lalu dia berkata bahwa dia sudah bosan berbohong, ternyata dia tidak suka tennis tetapi dulu ia menyukainya, menurutnya beberapa hari terakhir ini kegiatan tennis George menjadi intens dan semua bimbingan, latihan, turnamen dia tidak menyukai itu, lalu Hannah bertanya apakah dia serius? Georgepun mengangguk dia berkata bahwa dia hanya ingin berkumpul dan bermain bersama teman-temannya saja seperti: bermain drum, bermain komputer dan melakukan kegiatan-kegiatan normal. Dan Georgepun meminta kepada Hannah agar rahasia tersebut tidak diberi tau kepada siapa-siapa,lalu Hannah bertanya apakah dia sudah memberitahu ibunya, Georgepun menjawab bahwa dia belum memberi tahu ibunya karena ibunya sudah berusaha keras agar George menjadi bintang tennis dan itu merupakan mimpi ibunya.

Seminggu kemudian akan ada pertandingan tennis sehingga George harus berlatih dengan keras meskipun dia melakukan semua itu dengan terpaksa untuk mewujudkan mimpi ibunya. Pada akhirnyapun tibalah pertandingan tennis tersebut tetapi sebelum pertandingan tennis dimulai George menghilang, pelatihnya meninggalkan George saat akan berganti baju dan setelah kembali George sudah hilang, ibu Hannah dan Sarah yang mendengar George hilangpun panik, Sarah langsung mencoba menghubungi semua teman bermain tennis George dan teman sekolahnya, namun tidak ada seorangpun yang tahu keberadaan George,tiba-tiba Hannah teringat dengan rahasia yang George beritahu kepada Hannah, tanpa berpikir panjang Hannahpun langsung memberitahu ibunya tentang rahasia itu, sementara itu Sarah sedang menghubungi ibu George, ibu George yang tahu tentang George hilang pun langsung ke tempat pertandingan dan mencoba menghubungi George serta mencarinya, tiba–tiba George datang dan langsung memeluk ibunya, Georgepun meminta maaf kepada ibunya karena telah membuatnya khawatir dan dia juga berkata kalau dia tidak sanggup untuk berlatih tennis lagi dan juga tidak sempat melakukan hal-hal lain, dia juga sudah tidak peduli lagi dengan kompetisi dan turnamen tennis, awalnya ibunya George tidak mengizinkan namun ibunyapun mempertimbangkan lagi sampai akhirnya ibu Georgepun mengizinkannya karena menurutnya jika berhenti bermain tennis merupakan hal yang membuat George bahagia dan tidak membuatnya menderita, maka dia dapat berhenti dari tennis, Georgepun merasa senang, dan Hannahpun juga merasa senang. Menurut Hannah Hallet jika kita ingin memiliki impian dan mewujudkan impian tersebut harus dengan niat dari diri sendiri, tidak terpaksa menjalaninya dan harus terus berusaha serta tidak mudah menyerah.

Depok, 28 Oktober 2018

Sinopsis dibuat Oleh :

Anasya Sahrani (Kls VIII)

Caca

Iklan

Lomba Resensi Novel Siswa SMPIP Az-Zahra

ameliaSINOPSIS NOVEL – AMELIA

Judul Buku : Amelia-Serial Anak-Anak Mamak

Pengarang : Tere Liye

Tahun Terbit : 2013

Penerbit : Republika

Jumlah Halaman : 398 halaman

ISBN : 978-602-8997-73-7

Menceritakan tentang kehidupan keluarga Syahdan di sebuah kampung di pedalaman Sumatera, persis di Lembah Bukit Barisan, dari sudut pandang bocah kecil bernama Amelia, panggilan akrabnya “Amel”. Amel adalah anak bungsu dari empat bersaudara, ia mempunyai tiga orang kakak, yaitu Eliana, Pukat, dan Burlian.

Amel benci menjadi anak bungsu, apalagi Kak Burlian dan Kak Pukat sering mengolok-oloki dirinya, bahwa anak bungsu tidak bisa pergi jauh dan selalu menjadi ‘Penunggu Rumah’. Ia ingin menjadi anak sulung seperti Kak Eli, yang bisa memerintah adik-adiknya dan menjadi orang kepercayaan Mamak. Kata orang-orang Kak Eli adalah sosok yang pemberani, tetapi baginya, Kak Eli adalah orang yang paling menyebalkan di rumah. Hampir setiap hari Amel mengeluh karena terus-terusan diperintah oleh Kak Eli, terutama pekerjaan rumah, seperti mencuci dan menyetrika.

Sampai suatu ketika, terjadilah peristiwa buruk yang dialami Amel karena ulahnya sendiri. Amel yang sudah sangat kesal dengan Kak Eli melakukan tindakan yang tidak terpuji, ia sengaja menyikat sepatunya dengan sikat gigi Kak Eli. Tentu Kak Eli sangat marah, ia tidak berpikir sejauh ini, ia berpikir itu tidak akan ketahuan, dan ternyata ia salah. Ia sangat takut dicampur rasa bersalah saat Kak Eli menanyakan kebenaran itu. Ia sudah sangat tidak tahan, jawabannya adalah menangis, tangisannya berarti mengaku. Sampai akhirnya dengan sifat bijaksana dan kelembutan sang bapak, bapak memberikan banyak nasihat kepadanya. Bapak menceritakan bentuk pengorbanan dan kasih sayang Kak Eli, semenjak ia masih bayi, ketika ia sakit, ke kota kabupaten, Kak Eli lah yang selalu mendampinginya, bapak berkata kepadanya bahwa ia masih terlalu kecil untuk mengingatnya.

Setelah kejadian itu hubungan Amel dengan Kak Eli jauh lebih baik. Kak Eli yang sebentar lagi akan mengikuti Ujian Nasional, harus fokus belajarnya. Maka Amel lah yang harus menggantikan posisi Kak Eli di rumah.

Dimulai dari ia sering bangun lebih pagi dari yang lain, membangunkan Kak Burlian dan Kak Pukat yang malas itu, sampai-sampai Kak Burlian mengatakan bahwa itu adalah keajaiban dunia yang ke delapan. Baru saja sepagi ini ia menggantikan posisi Kak Eli, apalagi Kak Eli yang sudah bertahun-tahun harus menghadapi kami.

Tak terasa libur panjang telah tiba, semakin cepat juga Kak Eli pergi ke kota untuk melanjutkan sekolahnya. Jujur saja, Amel sangat sedih, tapi ia bisa berbuat apa? semua itu juga dilakukan untuk menemui tempat baru, teman-teman baru, pengalaman baru, kesempatan baru. Maka jangan pernah bersedih. Begitu kata Pak Bin.

Pagi itu Amel berangkat ke sekolah, kembali lagi ia bertemu dengan guru terhebat yang mereka punya yaitu Pak Bin. Selain bertemu lagi dengan Pak Bin, ia bertemu lagi dengan Chuck Norris yaitu temen sekelasnya yang dijuluki ‘Biang Ribut’, selalu saja marah dimanapun, memang menyebalkan. Tetapi dibalik kondisi Chuck Norris sekarang, ternyata ia mempunyai masa lalu yang kelam di keluarganya, karena tragedi besar dan kerasnya lingkungan keluarga Chuck Norris,  sehingga terbentuklah sifat sensitif dan tempramen pada dirinya.

Di sekolah Amel belajar cara menyemai bibit, ia memilih bibit kopi, bersama Maya, Tambusai, dan Chuck Norris. Hari kedua, membuat persemaian bibit kopi berjalan lancar. Dalam setiap tahapnya, mereka juga dibantu oleh Paman Unus, pamannya Amel. Mereka menyemai hingga ribuan bibit kopi terbaik. Dua ribu poly bag yang berbaris rapi dibawah bangunan penyemai dipenuhi batang kopi muda yang mulai tumbuh tinggi. Kabar mereka melakukan penyemaian bibit kopi dengan cepat tersebar ke seluruh kampung. Bahkan mereka sampai diundang di pertemuan besar di balai kampung. Tapi sayang, nasib ribuan bibit kopi itu gagal total dalam waktu hanya semalam. Banjir bandang terjadi. Air bergulung dengan tinggi tiga meter  dari lembah bagian atas, menelan apa saja yang dilewatinya. Ladang kopi itu adalah separuh harapannya, karena posisinya yang disebut sebagai ‘Penunggu Rumah’, menurutnya kampung adalah dunianya. Hilang semua sudah rencana-rencana besar itu. Amel menangis menatap sekeliling. Mamak, bapak, dan paman susah payah menenangkan dengan berbagai nasihat. Amel sadar, semua itu pengalaman berharga baginya, bahwa ia baru mulai melangkah, ini adalah awal untuk memulai yang baru, bukan akhir dari segalanya. Kembali pun Amel bangkit.

Waktu cepat berlalu, Amel berangkat ke kota melanjutkan sekolah seperti kakak-kakaknya yang lain. Amel menangis, ia berkata akan segera pulang ke kampung tercintanya, karena itulah dunianya. Mamak menenangkan dengan sifat bijaksananya, bahwa kejarlah ilmu setinggi mungkin, tak ada yang menahan Amel pergi, jangan benci menjadi anak bungsu. Lalu bawalah ilmu tersebut kembali ke kampung ini. Begitulah kata Mamak. Kini Amel telah kembali dengan kekuatan penuh.

Resensi ini tulis oleh :  Al Mukarromah Adnan (kelas VIII)

Aal

Lomba Resensi Buku Siswa SMPIP Az-Zahra

download (4)

Resensi Novel : Di Bawah Langit Jakarta

Penulis : Guntur Alam
Penerbit : Noura Books
ISBN : 9786021606636
Terbit : 27 Juni 2014
Sampul : Soft cover

Segala di dunia ini berwal dari kemustahilan. Semua terasa tidak mungkin pada awalnya. Namun, apapun menjadi mungkin karena kerja keras. Mimpi Ugi menjadi menteri terdengar seperti angan-angan belaka. Kenyataanya. Sudah berbulan-bulan dia menuggak SPP dan terancam tidak boleh ikut ujian. Ugi merasa hampir putus asa.

Terkadang. Ugi menyesalkan keputusan keluarganya untuk pindah ke ibu kota. Hidup mereka tidak semakin baik. Malah tambah sengsara. Bapaknya yang dulu kerja kantoran sekarang hanya berjualan bubur kacang hijau. Bapak dan ibu Ugi kesulitan untuk mengenyangkan perut anak-anaknya yang berjumlah lima orang anak yaitu umar, sum, Ugi, ningsih dan udin.

 Jadilah mereka lebih sering memakan bulgur(sejenis gandum murah yang di datangkan ke Indonesia pada masa itu untuk mengatasi rawan pangan dan kelaparan) daripada nasi, itu juga mereka makan dengan lauk seadanya seperti garam dan kecap. Tak ada yang istimewa dari rumah mereka.

Rumah beratap genting, berdinding anyaman bambu, berlantai tanah, dan beada di gang kecil yang bernama gang bajing. Mereka membeli rumah tersebut seminggu setelah sampai Jakarta pada agustus 1964. Sebelumnya mereka menumpang di rumah paman sungkir dan bi karimah

Ugi sempat mendengar, separuh uang untuk membeli rumah tersebut di pinjam kan oleh paman sungkir karena uang bakapnya Ugi tidak cukup untuk membeli rumah di daerah Jakarta. Mereka harus segera pindah karena bapak dan ibu Ugi merasa tidak enak karena telah menumpang kepada paman sungkir Utang keluarga mereka menumpuk. Dan Ugi harus ikut dengan pamannya.

Agar Ugi bisa melanjukan sekolahnya supaya cita-citanya menjadi menteri tersampai. Walau berat hati mengiggalkan rumahnya di mulut gang baji untuk tinggal bersama pamanya yang bernama sungkir yang tinggal di tanjung priok. Sebelum pindah ke tanjung priok, Ugi mengucap kan selamat tinggal kepada sahabatnya yang bernama pe’i. pe’i sangat setuju tentang keputusan bapaknya Ugi

 Kata pe,i Ugi sudah benar memilih untuk tinggal di rumah bi karminah untuk menyelamatkan impiannya Ugi. Hidup itu pilihan, semua tergntung pada pilihan kita, menjadi tukang becak atupun menter sekalipun itu adalah pilihan, yang memilih bukan bapak ibu atau saudara-saudaramu. Semua terserahmu, mau jadi apa dan siapa. Dan, setiap pilihan ada konsekuensi. Ketahuilah, tidak ada konsekuensi yang buruk. Semua baik, tergantung sudut pandang kita melihatnya

Paman sungkir dan bi karminah tak memiliki anak kandung. Kedua anak yang bersamanya adalah anak pungut. Tapi mereka di perlakukan dengan baik. Kedua anak itu adalah sugeng nama anak bi karminah yang laki-laki, lilik nama anak perempuan bi karmiah dan paman sungkir

Saat sampai` di rumah paman sungkir Ugi di suruh untuk mencuci piring, mencuci baju, menyiram tanaman, dan menyiapkan the dan kopi pada jam lima sore itu semua dilakukan sebagai balas budi karena bi karminah dan paman sungkir telah membiyayai sekolah dan menyediakan tempat tinggal.

Dan Ugi berangkat sekolah dengan menggunakan kereta api jurusan tanjung priok sudimara karena sekolah Ugi sangat dekat dengan stasion sudimara, Ugi tidak mau merepotkan paman sungkir jadi dia memutuskan untuk naik kereta saja

Karena bi karminah sangat senang dengan berbisnis ia mencetuskan ide untuk membuat bioskop yang ingin dia kasih nama adalah boskop taruna. Ugi sangat terkejut dengan pengkuan dari bi karminah untuk membuat bioskop, lalu bi karminah juga membuat bioskop untuk orang yang tidak mampu tapi tetap ingin mononton bioskop. Bioskop itu di kasih nama oleh bi karminah adalah bioskop misbar(germis bubar) karena bioskopnya berada di luar ruangan lalu setiap gerimis atau hujan bioskopnya bubar. Karena bioskop nya berada di luar ruangan

Dan akhirnya bapak sUgiharto (Ugi) dengan kerja keras yang dia lakukan mimpi dia terwujud dari pedagang asongan yang menjadi menteri, dia menjadi menteri BUMN periorde 2004-2007, dan sekarang menjabat komisaris utama pertamina.

Resensi ini tulis oleh : Muhammad Hafidzan Kelas 9B

hafidzan

Resensi Buku “SURAT-SURAT YANG MENGUBAH DUNIA” oleh :Renny Ariany (Guru SMPIslam Plus Az-Zahra)

download (3)

Judul                     : Surat-Surat Yang  Mengubah Dunia

Pengarang          : Zulfa Simatur

Penerbit              : Visi Media

Cetakan               : Pertama

Tahun terbit      : Januari 2014

Tebal Buku        : 198 halaman

Bismillahirrahmannirrahim,

Dari Muhammad Rasulullah, salam kepada Najasyi pembesar AlHabasyah.

Salam kepada siapa yang mengikuti petunjuk. Amma ba’du

Sesungguhnya, saya bertauhid kepada Yang Tiada Tuhan kecuali Dia, Yang Maha Raja, Yang MahaSuci,Yang Maha Pemberi Keselamatan,Yang Maha Pemberi Keamanan, dan Yang Maha Pemberi Pelindung. Saya bersaksi bahwa Isa binMaryam adalah tiupan roh dari Allah yang terjadi dengan kalimat-Nya, yang disampaikan kepada Marym yang perawan, yang baik menjaga diri (suci), lalu mengandung (bayi) Isa dari wahyu dan tiupan-Nya, sebagaimana menciptakan Adam dengan tantangan-Nya.

Saya mengajak Anda kepada Allah yang Esa, tidak mempersekutukan sesuatu bagi-Nya, taat dan patuh kepada-Nya, lalu mengikuti saya dan meyakini ajaran yang datang kepada saya. Sesungguhnya saya utusan Allah. Saya mengajak anda dan tentara anda kepada Allah yang Maha Perkasa dan Agung. Saya telah menyampaikan dan menasihati. Maka, terimalah nasihat saya.

Salam bagi yang mengikuti petunjuk ini.

Di atas adalah salah satu surat yang dibuat Nabi Muhammad Saw kepada Raja Habasya di Ethiopia Najasyi. Surat untuk Raja Habasya  yang bernama lengkap  Ashham bin Abjar ini ditulis oleh Zaid bin Tsabit dan Nabi mengutus Amru bin Umayah Adh-Dhamri untuk menyampaikan surat ini. Yang kemudian Raja habasya mengirimkan surat jawaban kepada Nabi Muhammad Saw. Pada akhirnya Raja Habasya mengajak kaum habasya  lainnya untuk memeluk agama Islam.

Ada surat-surat lain yang dikirimkan oleh Nabi Muhammad Saw antara lain kepada Kaisar Romawi (Raja Heraklius) yang dibawa oleh Dihyah bin Khalifah Al-Kalbi. Surat kepada  Kaisar Mesir (Kisra Abrawaiz) dibawa oleh Abdullah bin Huzafah. Surat kepada penguasa Mesir (Maqawqis) dibawa oleh Hatib bin Abi Baltha’ah. Dan ada beragam tangapan atas surat-surat tersebut.

Surat Nabi Muhammad Saw ini merupakan salah satu dari banyak surat yang termuat dalam buku ini yang memiliki pengaruh yang luar biasa terhadap dunia dan mengubah dunia pada masa itu. surat-surat pilihan yang terdapat dalan buku “ Surat-Surat yang Mengubah Dunia “ ini merupakan kumpulan surat yang berasal dari berbagai waktu, negara dan tujuan.

Ada surat Kubilai khan kepada para pemimpin dunia, yang menjadi awal invasi Mongol ke Jawa dimana surat yang dibawa oleh Meng Chi untuk Raja Singasari, Kertanegara pada tahun 1289  untuk tunduk dibawah kekuasaan Mongol dan surat Kubilai Khan lainnya juga untuk sebuah invasi Mongol ke Jepang.

Dibagian lain Emile Zola mengirimkan surat terbuka kepada Pesiden felix Francois Faure yang berjudul “ J’Accuse!” (Aku menggugat). Surat yang ditulis Zola ini cukup berpengaruh terhadap  sejarah liberalisasi politik di Perancis.

Semua orang mengenal Adolf Hitler seorang ambisius  pemimpin Partai Nazi dan Konselir Jerman III sejak tahun 1933, yang menyatukan jabatan konselir dan presiden menjadi Fuhrer. Surat yang dikirimkan Adolf Hitler kepada Gemlich terkait dengan  “Holoucaost” pemusnahan etnis Yahudi secara besar-besaran merupakan mimpi besar Adolf Hitler untuk menghapuskan etnis Yahudi di bumi Jerman.

Berbeda dengan Mahatma Gandhi  yang mengirimkan surat perdamaian kepada Lord Irwin, dengan gerakan Satyagraha Garam atau Salt March yang telah menginspirasi aktivis hak azazi manusia (HAM) Martin Luther King, Jr untuk memperjuangkan hak-hak sipil kelompok kulit hitam dan kelompok minoritas pada tahun 1960 di Amerika dengan surat King berjudul “Letter from Birmingham jail” memberikan pengaruh terhadap diskriminasi rasial di Birmingham.  Gerakan Salt March juga membuat Gandhi ditangkap tapi peristiwa ini memicu terjadinya gerakan kemerdekaan India yang menarik perhatian seluruh dunia pada tahun 1947, India pecah menjadi dua negara, yaitu India dan Pakistan. Sama halnya dengan Gandhi, Surat perdamaian Samantha Meine juga mewarnai perdamaian dunia pada era perang dingin.

Siapa yang tidak mengenal Albert Einstein yang terkenal dengan rumus E=mc², seorang fisikawan yahudi  yang mendapat kewarganegaraan Amerika ini  bersama temannya Leo Szilard menulis surat untuk Presiden Franklin D, Roosevelt terkait dengan pengembangan bom atom. Walaupun Einstein tidak berpengaruh pada keputusan penjatuhan bom atom di Hiroshima, Jepang pada Perang Dunia ke II, tapi dia menyesal telah mengirimkan surat yang berakibat pada peledakan yang menewaskan  warga sipil di Nagasaki dan Hiroshima dengan efek radiasi yang luar biasa.

Dari Indonesia ada surat-surat Raden Ajeng Kartini kepada teman-temannya.  Surat Perintah Sebelas Maret atau yang kita kenal dengan SUPERSEMAR. Merupakan surat perintah pengamanan situasi Indonesia dan penyelamat Presiden Soekarno kepada Letnan Jendral  Soeharto selaku pimpinan tertinggi ABRI.  Ada beragam versi tentang surat perintah ini yang menjadi sejarah kelam bagi bangsa Indonesia. Karena sebagian kalangan menilai bahwa surat ini merupakan bentuk tekanan Soeharto kepada Soekarno untuk lengser dari kekuasaannya.

Semua buku memberikan pengetahuan yang bisa bermanfaat bagi pembacanya, seperti halnya buku” Surat-Surat yang Mengubah Dunia” ini, sarat dengan informasi walaupun masih ada kekurangan yakni masih ada surat-surat lain yang tidak tertuang dalam buku ini yang kemungkinan juga luar biasa menjadi penyebab terjadinya sebuah perubahan dunia. Kertas yang digunakan juga masih buram.  It’s Ok, untuk sebuah buku komersial.

Surat-surat dalam buku ini ditulis oleh tokoh-tokoh Indonesia maupun dunia yang menjadi pemicu peristiwa-peristiwa besar yang mengubah sejarah dunia. Surat yang pada awalnya hanya bentuk kegelisahan pribadi atas ketidakadilan yang ada disekelilingnya maupun surat yang bermuatan politis yang  sampai saat ini masih menyimpan kontroversi tentang kebenarannya, merupakan buku yang layak dibaca sebagai sumber pengetahuan tentang sejarah dunia, dengan foto-foto dokumenter dan foto surat aslinya memberikan gambaran bagi pembaca tentang peristiwa yang terjadi pada saat itu. Bisa jadi hal kecil, hanya sebuah surat dan curahan hati saja tapi bisa menjadi penyebab terjadinya suatu perubahan besar di dunia. Inilah sebuah informasi yang terkadang tidak kita ketahui.

“ Kitob panjere-ye dunyo ash”. Buku adalah jendela dunia, benarlah ungkapan ini. Buku ”Surat-Surat yang Mengubah Dunia” menjadi jendela kita untuk melihat sejarah dunia. Recomended to read!.

Semoga bermanfaat bagi semua.

Resensi ini tulis oleh :    Renny Ariany, S.Ag

Bu Renny

Resensi Novel : “Cinta Dalam 99 Namamu” Karya Asma Nadia

novel bu UMi

Judul Novel                : Cinta dalam 99 Nama-Mu

Pengarang                  : Asma Nadia

Penerbit                     : Republika

Jumlah Halaman        : 306 halaman

Tahun Terbit             : April 2018

Cetakan pertama       : April 2018

Arum, pribadi bersahaja nyaris sempurna. Hidup dalam keluarga kaya tak membuatnya bangga. Justru ia memilih menjadi hamba yang bermanfaat dengan tinggal di rumah kontrakan dan menampung anak jalanan.

Ujian tak henti menerpa hidupnya. Tiga kali sudah ia lolos dari sel-sel ganas yang menggerogoti tubuhnya. Dengan berbagai usaha dan kepahitan yang harus ia lalui tentunya. Kali keempat, ketika ia menemukan cinta seorang Alif, Arum sedang berjuang melewati ujian, lagi-lagi sel-sel ganas kembali menyerang salah satu bagian tubuhnya.

Alif, seorang pemuda yang sesungguhnya berhati lembut. Merasakan kehilangan seorang ibu adalah guncangan baginya. Ayah tak cukup menggantikan sosok ibu. Sempat Alif menjadi pemuda yang tergabung dalam geng mural. Pertemuannya dengan Arum, menyadarkannya bahwa ujian yang ia hadapi belumlah seberapa. Baginya, Arum adalah wanita tegar penuh semangat berbagi kasih sayang dengan anak-anak jalanan, membuka matanya untuk kembali mendekat dalam 99 nama-Nya. Wanita berwajah pucat dengan balutan jilbab berwana pastel itu baginya adalah wanita termanis dengan kepribadian yang sangat memesona, dan telah menuntunnya menemukan jati diri dan jalan lurus-Nya.

Kesamaan dalam memeluk 99 nama-Nya, menyatukan keduanya. Mengubah makna dibalik 99 nama-Nya menjadi semangat hidup. Begitulah cinta seharusnya disemai tetap dalam ridho-Nya.

Novel ini menyiratkan kisah yang lekat dengan ketaatan terhadap Sang Khalik. Bahwa sekedar menghafal 99 nama-Nya belumlah cukup. Memaknai setiap namanya dalam tiap hembus nafas kita, itulah yang diisyaratkan oleh seorang Asma Nadia dalam novel Cinta dalam 99 Nama-Mu.

Membaca beberapa lembar pertama, padatnya rutinitas memaksaku untuk menghentikan aktivitas membaca novel ini. Namun, daya pikat tiap untaian kata di lembar-lembar berikutnya tak mampu membendung keinginanku untuk segera menyelesaikan lembar demi lembar untaian kata dalam balutan novel karya emas penulis yang sangat produktif ini. Betul, novel ini tersusun begitu apik dengan bahasa yang begitu indah hingga mampu membius pembaca untuk larut dalam cerita.

Cinta dalam 99 Nama-Mu, mengajarkan kita betapa kepedihan yang kita alami belumlah pantas menjadi alasan kita untuk bersuudzon terhadap takdir-Nya. Di atas langit, masih ada langit.

Cinta dalam 99 Nama-Mu mengajarkan pembaca untuk selalu menyelipkan Asma-Asma-Nya di setiap hembus nafas kita. Menghayati setiap makna Asma-Nya. Menjelma kekuatan dari tiap untai nama-Nya. Hanya kepada-Nyalah kita memohon.

Cinta dalam 99 Nama-Mu mengajarkan kita untuk menghayati anugerah cinta yang sejatinya suci. Memperlakukan cinta secara suci. Sangat tidak pas ketika kita memaknai cinta sekedar berdekatan dengan yang kita cinta dan justru membawa kita menjauh dari-Nya.

Banyak pelajaran kehidupan yang dapat kita petik hanya dengan membaca sebuah novel. Magnet yang muncul melalui bahasa di dalam novel karya ke-55 Asma Nadia ini mampu membuat seolah pembaca turut menjadi tokoh di dalam cerita. Seolah pembaca mengalami hal serupa di dalam novel. Tanpa perlu berpindah tempat, tanpa perlu mengeluarkan biaya banyak.

Menilik sudut lain, layaknya pepatah lama, tak ada gading yang tak retak. Dengan penuh rasa malu (karena saya bahkan belum berhasil membuat satu novelpun), saya mengemukakan bahwa novel ini, meski sarat dengan makna kehidupan dan kelebihan, memiliki sedikit kekurangan. Yakni kurang tuntasnya penggambaran tokoh seorang anak yang dicurigai berpotensi menularkan kebiasaan buruk (halaman 177-184) dan adegan ayah Arum yang memberikan sedan mungil untuk anak semata wayangnya dengan tanpa penolakan, diterima begitu saja oleh Arum. Hal ini bertolak belakang dengan sifat Arum yang sederhana dan bahkan tak sempat memikirkan kesenangan dirinya sendiri termasuk tentang fasilitas-fasilitas mewah semisal kendaraan roda empat.

Berbagai penghargaan di bidang penulisan diraihnya. Derai Sunyi terpilih sebagai novel terpuji Majelis Sastra Asia Tenggara 2005. Istana Kedua (Surga yang Tak Dirindukan) terpilih sebagai novel terbaik IBF 2008. Beberapa karyanya bahkan telah diadaptasi dalam film layar lebar dan salah satunya menjadi film terlaris tahun 2015. Serta sederet prestasi lainnya.

Akhirnya, penulis merekomendasikan bacaan yang sarat makna kehidupan dan dikemas dengan keindahan bahasa yang mampu membius pembaca ini. Bacaan yang cocok dibaca remaja hingga dewasa. Penulis berharap, sebagai pembaca, pandai-pandailah dalam memilih bacaan yang berkualitas. Menjadilah pembaca yang kritis dan pandai memetik hikmah setiap bacaan. Jadikan bacaan-bacaanmu sebagai motivasi untuk mengembangkan diri.

Salam semangat membaca bacaan-bacaan berkualitas.

Membaca adalah jendela dunia.

(Ditulis sesaat setelah membaca novel Cinta dalam 99 Nama-Mu).

Semoga bermanfaat.

 

Resensi ini ditulis oleh Umi Khabibah, S.Pd.

Resensi Buku

Resensi Novel Elang dan Bidadari

gg

  • Judul Buku : Elang dan Bidadari
  • Penulis : Puput Sekar Editor : Nurul Hikmah
  • Penerbit : Republika
  • Tahun Terbit : Juli 2012
  • Jumlah Halaman : 380 Halaman
  • Nomor Edisi : ISBN  978-602-7595-12-5
  • Peresensi : Lia Muhsinah

Novel ini menceritakan tentang Jingga, seorang Gadis muslimah asal Indonesia yang cedas dan pemberani,Ia mendapatkan kesempatan mengikuti program budaya Korea yang diadakan oleh HUFS (Hankuk University Foreign Studies), di Seoul-Korea Selatan.

Selama enam bulan menjalani kehidupan di Seoul, ia menjalani hari-hari yang cukup berat,terutama di awal menetap .Mulai dari kesulitan mencari makanan halal, menjalani ibadah,beratnya menyelesaikan tugas-tugas dari kampus,beradaptasi dengan kehidupan lingkungan sekitar,serta tatapan aneh orang asing yang merendahkannya karena ia seorang muslimah.

Ditengah kehidupan barunya yang terasa asing, jingga merasa beruntung karena dikelilingi oleh teman teman dari manca negara yang baik dan peduli dengan keadaan jingga. Tanpa melihat perbedaan keyakinan, budaya maupun kebiasaan sehari-hari, mereka hidup penuh toleransi.

Dalam menjalani padatnya aktifitas setiap hari, Jingga mendapatkan pelajaran berharga ditengah minimnya kehidupan islami disana, tentang nilai sebuah kerja keras yang mutlak beriringan dengan do’a, Bahwa Hasil tidak pernah mengkhianati Usaha.

Adalah Kim Young-Han, Seorang pria lulusan Universitas Paris 1-Pantheon Sorbonne, Prancis, mempunyai pengalaman berpetualang ke berbagai negara,sebagai pelampiasan amarahnya kepada sang Ayah. Young Han merasa sakit hati karena pernah di usir oleh  ayahnya, berawal dari ketidaktertarikan Young Han untuk menekuni bidang bisnis keluarganya.

Young-Han lebih tertark dengan bidang seni, terutama melukis. Semua pengalaman hidupnya selama ia berpetualang,dituangkan seluruhnya dalam bentuk lukisan yang sangat menarik.

Hampir semua tempat eksotis di beberapa negara ,terlukis dan terpajang rapi di galeri miliknya. Pemandangan hutan Yakushima di Jepang, indahnya panorama Gunung Tatra,Polandia, keindahan pantai di Pulau Kailolo, Danau Maninjau di pagi hari, Gunung Tambora yang bertengger dengan gagahnya, serta beberapa tempat mengagumkan lainnya.

Di Bumi Ginseng itulah, Jingga dan Kim Young-Han bertemu, berbeda karakter,agama,budaya dan bahasa, tapi membuat untaian sebuah arti cinta yang sesungguhnya. Cinta yang terangkum dalam pengorbanan panjang, Cinta yang memasung nafsu, Cinta yang selalu layak untuk diperjuangkan. Cinta yang diperuntukkan bagi anak manusia yang rela melebur angkara, untuk sebuah cinta suci yang dianugerahkan oleh Yang Maha Rahman dan Rahim, Allah, Tuhan penguasa seluruh mahluk.

Kelebihan novel ini, menyajikan potret kehidupan di Negeri Ginseng dengan dibalut perjuangan seorang gadis yang berkarakter kuat. Seorang Jingga selalu yakin bahwa tekad yang baik dan kuat dibarengi dengan usaha,selalu akan menemukan jalannya. Sangat menginspirasi, menularkan aura semangat untuk selalu menuntut ilmu,dimanapun berada. Untuk memperjuangkan seluruh cinta dan impiannya,

Kekurangan dari novel ini, terjadi banyak kejadian yang sepertinya mengandung unsur kesengajaan, terlalu kaku dan dinginnya sikap Young-Han yang menuduh Ayahnya kejam serta pilih kasih terhadap sang kakak, tanpa berusaha mencari tahu alasan dari sikap Ayahnya .

Terlepas dari semua kekurangan yang ada, Novel ini memuat banyak penyemangat untuk menjalani berbagai sisi dalam kehidupan kita.